jump to navigation

BlackBerry Rakitan ala Pasar Gelap May 17, 2012

Posted by ariefsyamsudien in BlackBerry, Handphone, Info.
trackback
blackberry, awas blackberry,

BlackBerry Rakitan ala Pasar Gelap | POLISI berpakaian dinas maupun preman terlihat langsung menerobos masuk ke bangunan berlantai dua tersebut. Warga pun tercengang. Pasalnya, Rabu (16/5) sore itu warga tengah menikmati jelang libur panjang hari Kenaikan Isa Almasih.
Itulah suasana penggerebekan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Intel Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru, Riau, di toko Blok D Nomor 8 Pertokoan Grand Elite Hotel . Bangunan itu diduga kuat difungsikan menjadi gudang perakitan telepon seluler kelas cerdas (smartphone) BlackBerry.
Polisi menemukan ribuan ponsel BlackBerry di dalam toko itu. Ponsel dalam kondisi perakitan, dan ada pula yang siap di pasarkan ke berbagai wilayah Tanah Air.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Arief Fajar Satria, di lokasi penggerebekan mengatakan bahwa penggerebekan itu merupakan hasil pengembangan dari laporan masyarakat.
Selain menyita ribuan ponsel, polisi juga menyita barang bukti lainnya, seperti dua unit penyimpan data komputer dan dua unit laptop yang dicurigai difungsikan sebagai penyalin data BlackBerry. Ada juga sejumlah lembaran nota dan kertas bukti penyetoran dan distribusi barang.
Arief Fajar mengindikasikan, perakitan BlackBerry diduga ilegal ini sudah berlangsung sejak lama.
Berdasarkan manifes, ia mengemukakan, ponsel itu berasal dari luar negeri yang akan dipasarkan ke sejumlah wilayah Tanah Air, diantaranya Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Provinsi Riau, Palembang, Jambi, dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Penyalurannya dicurigai dilakukan lewat jalur darat.
Pemilik toko sekaligus gudang tersebut tampak sempat terkejut. Namun, ia tidak melakukan perlawanan dalam penggerebekan yang berujung disitanya ribuan ponsel tersebut.
Ia sengaja mendesain bangunan yang dihuninya layaknya toko ikan hias. Banyaknya akuarium berisikan ikan hias jenis arwana di ruang depan toko sekaligus gudangnya.
Pada dinding di bagian luar, ia menempelkan pamflet yang menginformasikan bangunannya juga difungsikan sebagai lokasi penjualan busana (fashion) anak-anak.
“Kasus ini merupakan yang pertama terbongkar di Pekanbaru. Untuk itu kami akan sangat semangat mengembangkannya hingga tuntas,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Adang Ginanjar, yang dikonfirmasi secara terpisah.
Ia mengatakan, kasus itu merupakan modus terbaru yang memang teramat sulit untuk dilacak.
Pelaku atas kejahatan tersebut, demikian Kombes Pol Adang, nantinya akan dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Jika dilihat dari dampak kerugian konsumen mengarah pada gangguan perekonomian negara, katanya, maka besar kemungkinan pelaku juga akan dijerat dengan UU tentang Kejahatan Ekonomi yang jelas hukuman akan lebih berat.
Bingungkan aparat
Maraknya peredaran ponsel bekas dan pasar gelap (blackmarket/BM) di sejumlah wilayah Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru, sempat membuat bingung para aparat Bea dan Cukai yang bertugas di Kantor Wilayah Riau dan Sumatera Barat.
“Kami juga nggak tahu. Bingung dari mana asal handphone-handphone tiruan dan blackmarket ini, sehingga banyak di pasaran,” kata juru bicara Bea dan Cukai Wilayah Riau dan Sumatera Barat di Pekanbaru, Sisprian, beberapa waktu lalu.
Sisprian mengatakan, keberadaan ponsel `blackmarket` telah diselidiki sejak lama, namun cukup lama baru akhirnya terungkap, namun belum diketahui secara jelas dari mana asal dan pintu masuknya.
“Untuk beberapa pelabuhan di Riau, termasuk Pelabuhan Dumai, setelah kami selidiki, tidak ada ditemukan hp bekas atau yang diedarkan melalui pasar gelap,” ujarnya.
Sisprian juga mengharapkan, masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas ilegal terkait importasi berbagai produk hp bekas atau baru melalui pasar gelap dapat melaporkan segera ke petugas pabeanan setempat.
“Hal ini jelas merugikan negara,” katanya.
BlackBerry ilegal kuat diduga masuk Tanah Air melalui pasar gelap ke sejumlah toko penyedia ponsel dengan tawaran harga yang jauh lebih murah dibandingkan yang resmi.
Pemilik toko pun menjual BlackBerry tanpa memiliki garansi pihka pabrikan. Mereka lebih sering menyebutnya “garansi toko”, dan barang dipajang di etalase.
Mereka yang mengelola toko saling berhimpitan itu mengakui sudah sejak lama menyediakan ponsel BM lantaran tingginya peminat.
“Sudah lama. Kalau mengenai stok selalu ada setiap hari. Tapi, dari mana datangnya kami kurang tahu juga,” kata Andicay, pemilik sebuah toko ponsel.
Komentar senada juga diungkapkan Benny, pemilik toko selular lainnya. Hanya saja, ia menhemukakan bahwa tidak semua ponsel yang dipajangnya termasuk jenis BM.
“Saya juga jual yang aslinya. Pakai garansi nasional satu tahun,” ujarnya.
Berkaitan dengan harga antara telepon seluler bergaransi nasional dengan BM, Benny menyatakan, ada selisih yang cukup jauh, khususnya pada tipe-tipe tertentu.
Ia pun mengemukakan, BlackBerry tipe terbaru Bold 9790, jika yang bergaransi di label dengan harga Rp 4.599.000, maka BM-nya dijual sekira Rp 3.600.000 hingga Rp 3.800.000.
Selain itu, ia mengemukakan, BlackBerry yang lagi laris manis adalah tipe Curve 9360. Harga bergaransinya mencapai Rp 3.325.000, namun jenis BM dapat dibeli dengan harga sekitar Rp 2.800.000 untuk masing-masing per unitnya.
Begitu juga dengan BlackBerry Torch 9860. Ia menyebutkan, harga bergaransinya sekitar Rp 5.000.000, sedangkan versi BM hanya sekitar Rp 4.000.000 masing-masing per unit.
Dua versi barang berikut masing-masing harga yang ditawarkan, menurut dia, sering memperlihatkan calon pembeli ponsel cerdas kebingungan dalam menentukan sikap.
Menurut AKP Arief Fajar, bisa jadi ponsel BM yang dikenal masyarakat cukup baik, ternyata merupakan hasil dari perakitan oleh para penjahat ekonomi di Pekanbaru.
“Hal ini nanti akan kami kembangkan dari hasil pengungkapan kasus kejahatan ekonomi. Sejumlah toko yang menyediakan atau menjual HP hasil dari kejahatan ekonomi, maka akan disita. Pemiliknya juga akan diperiksa,” katanya.

About these ads

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: